Ketidak puasan masyarakat bola indonesi sudah lama terjadi sejak kepemimpinan Nurdin Halid, sejak musyawarah masyarakat bola dimalang suara sumbang ini sudah terdengar, mulai dari tidak pernahnya timnas kita berprestasi, liga nasional yang lebih sering diwarnai kekerasan dan isu pengaturan skor. hal ini agak surut waktu digelarnya piala AFF yang dianggap nurdin adalah prestasi timnas, tetapi buat masyarakat indonesia, sampai final itu bukan prestasi karena kita sudah 4 kali masuk final, tetapi tidak pernah juara.
akhir-akhir ini suara yang menyerukan nurdin mundur makin santer, ribuan suporter dari seluruh nusantara mengepung markas PSSI di senayan, untuk menurunkan nurdin, tetapi sang ketua tetap kekeh sama pendiriannya bahwa dia tidak akan turun dan malah mencalonkan diri lagi untuk periode selanjutnya.
yang dijadikan pedoman oleh nurdin adalah statuta FIFA, dia lupa bahwa PSSI ada di indonesia, jadi tidak salah jika seharusnya PSSI lebih berpegang pada aturan negara, bukan aturan FIFA, bahwa semua induk cabang olah raga nasional itu berada dibawah KONI. jadi aturan yang diterapkan di PSSI harus tidak boleh berseberangan dengan aturan KONI bukan hanya FIFA semata. PSSI adalah milik bangsa Indonesia bukan milik FIFA. jadi harus tunduk dengan hukum yang berlaku di indonesia.
kalau memang orang yang berkuasa di PSSI itu bersikukuh dengan aturan FIFA, ya bubarkan saja PSSI FIFA dan kita bnetuk lagi PSSI Indonesia, baru kita jadi anggota FIFA lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
"..., jadi tidak salah jika seharusnya PSSI lebih berpegang pada aturan negara, bukan aturan FIFA, .."
saya kurang sependapat dengan kata "bukan" pada kalimat di atas. Menurut saya, PSSI tetap harus berpedoman pada statuta FIFA (karena PSSI merupakan anggota federasi internasional tersebut) namun juga tidak boleh melanggar AD/ART KOI sebagai wadah induk organisasi olah raga di negri ini.
Sedangkan yang terjadi, pengurus PSSI memelintir, dengan sengaja memberi tafsiran nyeleneh atas statuta FIFA demi membuka celah untuk memperpanjang jabatan NH pada konggres tahun 2006 lalu di Makasar. Dan penafsiran ngawur yang sudah dimasukkan dalam statuta PSSI itu pula yang sekarang dijadikan tameng kengototan pencalonan NH pada konggres 2011 mendatang.
Jadi, meski pengurus PSSI saat ini gembar-gembor tentang statuta FIFA, sebenarnya mereka sudah melanggarnya sendiri sejak lama.
*maaf, komennya agak panjang :P*
suwun
yups, harusnya semua aturan dipakai, bukan hanya fifa, yo koi, yo koni,
sekarang nurdin, nirwan, toisutta, arifin semua ditolak oleh komding.
jadi siapa yang mau mencalonkan diri lagi?
Ratifikasi statuta FIFA-lah yg harus dipatuhi, bukan murni statuta FIFA itu sendiri... :)
My blog: http://0sprey.wordpress.com
Posting Komentar