multimedia SMK

gantung rakyat dengan premium


BBM kembali menjadi topik hangat di berbagai tempat diskusi akhir-akhir ini, pemerintah berdalih bahwa subsidi harus dikurangi karena APBN terlalu berat menanggung beban, tanpa memikirkan bahwa rakyat termiskinlah yang paling berat menaggung beban itu nantinya. ketika mereka sudah mulai ke arah setengah mampu, mereka dipaksa kembali menjadi miskin, atau membuat rakyat menjadi miskin permanen.
ada yang bilang BBM dinikati 80% orang kaya...benarkah itu? orang kaya tidak akan pusing walaupun harga premium 10000 per liter, coba tanya ke orang miskin negeri ini, harga premium naik 5000 per liter saja sudah harus berpikir dengan keras bagai mana dapurnya bisa ngebul.

pemerintah menjadi bersikap bahwa mengelola negara sama seperti mengelola perusahaan, kalau minyak dunia naik maka premium juga harus naik, dan gaji mereka pun juga harus naik. terus siapa yang yang menaikkan pendapatan rakyat miskin negeri ini.
dengan menaikkan BBM dan memberikan BLT (atau apalah, karena biasanya cuma ganti nama) pemerintah seperti memberika uang receh dengan tangan kanan, tetapi mengambil ribuan dengan tangan kiri dari rakyat. rakyat yang sudah bodoh terus saja dibodohi, rakyat miskin dipermanenkan, ironis karena ini terjadi di negara yang kata simbah-simbah gemah ripah loh jinawi.
baca selengkapnya....