pacasila merupakan dasar negara Indonesia, lama sekali tanggal 1 juni hilang dari peringatan sejarah bangsa ini sebagai hari lahir pancasila, kalah dengan hingar bingar hari kesaktian pancasial 1 oktober. dulu setiap masuk tahun ajaran baru sekolah pasti diadakan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa)
Dari cerita sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin, Sukarno, Hasil BPUPKI.
pancasila rumusan dari Muh. Yamin adalah
1 Ketuhanan Yang Maha Esa
2 Kebangsaan Persatuan Indonesia
3 Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4 Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
pancasila rumusa dari Ir. soekarno adalah
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan
3. Mufakat,-atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. ke-Tuhanan yang berkebudayaan
pancasila rumusan BPUPKI, yang merupakan hasil pembahasan lanjutan dari sudang panitia 9 yang menghasilkan piagam jakarta.
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
karena wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan), diantaranya A. A. Maramis, Mr., menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan, Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. Semula, wakil golongan Islam, diantaranya Teuku Moh Hasan, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo, keberatan dengan usul penghapusan itu. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sebuah “emergency exit” yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan Indonesia.
karena itu dalam sidang PPKI, pancasila menjadi
1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia
4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
saat itu wakil-wakil islam bilang, bahwa penghilangan "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" itu hanya bersifat sementara. tetapi hingga saat ini kata-kata itu tidak pernah dikembalikan ke dalam pancasila.
baca selengkapnya....
wisata malam kota tua jakarta
malam itu karena sedang libur panjang dan tidak acra kemana-mana, maka saya putuskan untk jalan-jalan dikota tua jakarta. disana terdapat bangunan bekas kantor gubernul jendral belanda, yang sekarang menjadi museum fatahillah, ada museum bank mandiri, kantor pos,museum budaya, museum wayang dan banyak lagi bangunan-banguna tua bersejarah. kota tua dijadikan kota wisata malam, dimana setiap malam alun-alun kota ini dipenuhi warga jakarta yang ingin sekedar nongkrong-nongkrong utuk sekedar minum kopi.
bagi anda yang lama tinggal di jogja, ketika masuk ke kota tua akan serasa berada di perempatan malioboro, itulah yang saya rasakan waktu saya berjalan-jalan di kota tua ini, disekeliling penuh bangunan tua bergaya eropa, cukup mengobati rasa kangen akan jogja.
malam itu saya berhenti di tengah alun-alun yang ada kolam airnya. saya duduk dipinggir kolam air sambil minum kopi, saya bertanya kepada ibu-ibu penjual kopi.
"malam ini rame ya bu?" sekedar pertanyaan basa-basi
"iya mas...tapi biasanya lebih rame, sekarang motor tidak boleh masuk, jadi makin sepi".
"sejak kapan bu motor gak boleh masuk?" tanya saya
"sejak ditetapkan sebqagai kota wisata malam mas" jawabnya
mendengar jawaban ibu tadi saya jadi berfikir, kota wisata malam kog nggak ada hiburannya sama sekali, hanya ada tukang kopi, tukang sulap, dan pengamen, dan yang paling banyak adalah pengemis anak-anak.
saya lanjutkan bertanya ke ibu-ibu tadi.
"disini kalau jualan memangnya boleh bu?"
"ya tidak mas, harus mbayar ke polPP dan ke hansip"
"lho...kog mbyaranya 2 kali"
"ia mas...yang rutin ke hansip, itu untuk ke RW, kalau ke ke pol PP itu ya kalau mereka datang"
"memangnya RW tidak melindungi yang sudah pada setor"
"ya tidak mas...mereka siam aja waktu ada pol PP"
saya tidak lagi melanjutkan pertanyaan saya karena sudah terdengar sirine mobil pol PP, dan ibu itu bersiap lari, saya pun membayar kopi dan pulang.sebuah potret kehidupan rakyat kecil yang harus main petak umpet dengan petugas.
jakarta punya potensi wisata yang menarik seperti ini tapi tidak diberdayakan dengan baik. kota tua hanya menjadi kota mati, padahal akan baik jika setiap malam minggu mungkin digelar kesenian-kesenian betawi seperti lenong atau gambang kromong. biar benar - benasr menjadi kota wisata malam.
baca selengkapnya....
bagi anda yang lama tinggal di jogja, ketika masuk ke kota tua akan serasa berada di perempatan malioboro, itulah yang saya rasakan waktu saya berjalan-jalan di kota tua ini, disekeliling penuh bangunan tua bergaya eropa, cukup mengobati rasa kangen akan jogja.
malam itu saya berhenti di tengah alun-alun yang ada kolam airnya. saya duduk dipinggir kolam air sambil minum kopi, saya bertanya kepada ibu-ibu penjual kopi.
"malam ini rame ya bu?" sekedar pertanyaan basa-basi
"iya mas...tapi biasanya lebih rame, sekarang motor tidak boleh masuk, jadi makin sepi".
"sejak kapan bu motor gak boleh masuk?" tanya saya
"sejak ditetapkan sebqagai kota wisata malam mas" jawabnya
mendengar jawaban ibu tadi saya jadi berfikir, kota wisata malam kog nggak ada hiburannya sama sekali, hanya ada tukang kopi, tukang sulap, dan pengamen, dan yang paling banyak adalah pengemis anak-anak.
saya lanjutkan bertanya ke ibu-ibu tadi.
"disini kalau jualan memangnya boleh bu?"
"ya tidak mas, harus mbayar ke polPP dan ke hansip"
"lho...kog mbyaranya 2 kali"
"ia mas...yang rutin ke hansip, itu untuk ke RW, kalau ke ke pol PP itu ya kalau mereka datang"
"memangnya RW tidak melindungi yang sudah pada setor"
"ya tidak mas...mereka siam aja waktu ada pol PP"
saya tidak lagi melanjutkan pertanyaan saya karena sudah terdengar sirine mobil pol PP, dan ibu itu bersiap lari, saya pun membayar kopi dan pulang.sebuah potret kehidupan rakyat kecil yang harus main petak umpet dengan petugas.
jakarta punya potensi wisata yang menarik seperti ini tapi tidak diberdayakan dengan baik. kota tua hanya menjadi kota mati, padahal akan baik jika setiap malam minggu mungkin digelar kesenian-kesenian betawi seperti lenong atau gambang kromong. biar benar - benasr menjadi kota wisata malam.
baca selengkapnya....
Langganan:
Komentar (Atom)