Garis miring adalah garis yang tidak vertikal, tetapi juga tidak horizontal, tetapi ada ditengah-tenganya.garis miring jika melihat garis horizontal akan terlihat miring, demikian pula ketika melihat garis vertikal, akan terlihat miring juga.jadi garis miring ini akan selalu melihat bahwa yang lurus baik vertikal maupun harizontal akan menjadi miring.
bangsa kita sudah terbiasa menempatkan diri dalam posisi miring ini, tidak memihak vertikal ataupun horizontal. tidak liberal tetapi juga tidak sosilais, tetapi miring menjadi pancasilais. dalam dunia kebudayaan kita menempatkan diri dalam posisi miring ini, misalnya kisah baratayudha, dikitab aslinya, yang doyan main perempuan adalah krisna tetapi oleh bangsa kita diubah bahwa yang doyan perempuan adalah arjuna, karena krisna adalah titisan wisnu jadi tidak pantas main perempuan.
tetapi karena posisi miring inlah setidaknya kita menjadi bangsa yang kreatif, seperti menamai nama-nama tokoh pewayangan menjadi nama-nama yang kita buat sendiri, tidak melulu menggunakan nama aslinya dari india sana. atau sekarang bangsa ini dikenal sebagai salah satu pendiri gerakan non-blok karena posisi miringnya tidak ikut blok barat ataupun blok timur.
Tetapi, belakangan ini ada pergeseran dalam bangsa ini, bukan pola pikirnya yang miring tetapi pikirannya yang miring. jelas-jelas orang sudah jadi tersangka korupsi tetapi masih mendapat suara yang besar di dapilnya sebagai caleg, lebih miring lagi partainya, karena cuma memecat dari anggota partai tetapi masih bisa menjadi caleg dari partai tersebut. kalau ini sich menurut saya bukan cuma miring tetapi malah sudah hweng (kurang waras).
