multimedia SMK

curhat seorang ibu

Kemarin pulang kerja aku maen ke tempat sahabatku, tetapi sayang dia belum pulang kerja. aku hanya bertemu dengan bapak dan ibunya. mulai dari tanya kabar kenapa saya jarang main kesana, sampai akhirnya ibu ini curhat soal anaknya dan pacar anaknya.
si ibu ini merasa anaknya sudah dikuasai oleh pacarnya, karena mulai dari belanja harian, anaknya memberikan uang untuk dibelanjakan oleh pacarnya, bukannya uang itu diberikan kepada ibunya untuk dibelanjakan.

dan lagi baru saja anaknya beli rumah dengan cara kredit, padahal si ibu sudah menyiapkan tanah yang diperuntukkan untuk anaknya, tetapi anaknya karena desakan pacarnya tidak mau tinggal ditanah yang disediakan si ibu, maunya tinggal diperumahan,
si ibu sudah tidak mempermasalahkan hal ini, yang jadi masalah adalah kenapa kwitansi cicilan rumah itu dipegang oleh pacarnya. tapi ada yang membuat ibu ini makin risau, setiap seminggu sekali pacar anaknya ini selalu menginap di rumahnya dan tidur sekamar dengan anaknya, ibu ini merasa malu terhadap tetangga karena dia sebagai anggota majelis pengajian malah anaknya berlaku begitu. dia sudah menyuruh anaknya cepat saja menikah tetapi pacar anaknya malah tidak mau, katanya belum siap menikah. sampai suatu saat si ibu ini yang sedang menonton sinetron dengan anaknya dan pacar anaknya yang bercerita tentang pergaulan bebas, dia mengomentari apa yang dilihatnya dan memberi tau anaknya dan pacarnya, dan dijawab anaknya dengan kasar, si ibu ini langsung masuk kamar dan menangis, dan berucap dalam hati
"aku senang anakku jadi orang yang berhasil, karena memang itu do'a ibu, tetapi ibu tidak ridho jika anakku menjadi anak yang tidak menghargai orang tuanya seperti ini."
aku dengarkan curhat si ibu tanpa komentar apapun karena badanku merinding, dan saat ibu bilang tolong aku memberi tau anaknya karena saya adalah sahabatnya bahwa jalan yang dilakukan selama ini tidak disukai ibunya, dan entah kenapa, sejak kejadian ibu itu menangis, ada saja masalah dengan pekerjaan teman saya ini. apakah ini ada hubungannya?. WAllahualam bishawab.
baca selengkapnya....

hari gini guru masih jalan kaki 7 Km.

Mulai 1 januari lalu gaji para pejabat di negeri ini dinaikkan, kendaraan juga sudah digati dengan yang lebih mewah, dan sekarang membangun gedung baru yang 1.8 milyar, tetapi prestasi yang mereka torehkan tidak berbeda dengan sebelum gaji mereka naik.
Disisi lain masih banyak pegawai negeri di daerah yang masih dengan slogan pahlawan tanpa tanda jasa. Bayangkan seorang guru harus pergi jalan kaki sejauh 7 KM, sebelum bisa naik kendaraan umum untuk ke kota kecamatan.
Masih ada murid-murid SD yang harus menyeberang sungai dengan arus yang deras demi bersekolah, dan menempuh jarak lebih dari 12 Km jalan kaki. dan jika ada ujian harus menginap dirumah warga yang dekat dengan sekolah mereka karena jauhnya jarak sekolah dari rumah.

Bukankah lebih baik jika dana mobil mewah itu digunakan untuk memberikan sepeda motor untuk para guru ini, toh mobil yang lama masih sangat layak untuk digunakan.
Bukankah dana untuk membangun gedung Dewan bisa untuk membangun jembatan untuk anak-anak ini, atau membangun sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka, gedung yang ada saat ini kan juga masih bisa digunakan dan masih sangat layak.

baca selengkapnya....