suatu hari dikarang kedempel, semar sedang duduk sendiri memikirkan negara amarta yang semakin semrawut karena para pandawa tidak lagi mau peduli sama rakyatnya, mereka lebih asik sama urusannya sendiri, yudistira sibuk sama pertapaannya, bima sama olah kanuragannya, arjuna sama wanita-wanitanya dan nakula sadewa sama tanaman-tanamannya.
sudah beberapa pisowanan semar tidak hadir ke amarta, ini membuat para pandawa marah, kenapa seorang lurah tidak mau hadir ke pisowanan, yang artinya bisa dikatakan mbalelo.
semar adalah seorang penasihat kraton, ya seperti tokoh agama untuk sekarang, dan saat ini sedang bercita-cita membangun kayangan, supaya nantinya dengan membangun kayangan bisa membuat amarta kembali baik.
saat itu pandawa datang ke karang kedempel, yang sejatinya akan menghukum semar yang sudah berani mbalelo, tetapi disana para pandawa malah dibuka boroknya oleh semar, yang intinya para pandawa saat ini sudah tidak peduli sama rakyat amarta, sudah berbohong sama publik, karena tidak sesuai antara sumpah dan yang dijalankan.
setelah di buka semua oleh semar baru para kesatria pandawa itu sadar, bahwa mereka sudah lalai.
dan memang begitulah sewajarnya, penguasa kalau diingatkan oleh tokoh agam harus secepatnya introspeksi. bukan membela diri.
baca selengkapnya....
Langganan:
Komentar (Atom)