multimedia SMK

menyambut hari anak nasional

Apabila kita mempunyai sesuatu yang sangat berharga, semisal berlian sebesar telur ayam, mungkin kita akan menyimpannya dengan hati-hati, kita masukan ke dalam brangkas, brangkas itu kita kunci, kemudian brangkas itu kita masukkan kedalam kamar, kamar itupun kita kunci, kamar itu tetunya ada didalam tumah, rumah itupun kita kunci, di sekeliling rumah kita bangun pagar, pagarnya pun kita kunci, demikian cara kita menjaga barang yang menurut kita paling berharga.

selama ini berlian tersebut sudah ada dalam rumah kita, yaitu adalah anak-anak kita, anak-anak lebih berharga dari pada berlian, karena ditangan merekalah warna-warni dunia dimasa mendatang ditentukan, dipundak merekalah masa depan seluruh dunia ini di bebankan. maka dari itu jaga anak-anak kita dengan hati-hati, ada yang mengibaratkan anak-anak adalah ibarat kertas putih, mau kita tulis dengan tulisan macam apa dan warna apapun, terserah orang yang mendidiknya, tetapi harus kita ingat, tinta yang yang kita pakai untuk menulis tersebut tidak akan bisa dihapus lagi, maka hati-hatilah kalau menulisinya.


Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 44/1984 tentang Hari Anak Nasional, telah ditetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional Indonesia.
sejak tahun 1986 setiap tanggal 23 juli selalu diperingati hari anak nasional dengan meriah, yang tentu saja ditujukan untuk anak-anak.

Peringatan HAN pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh Rakyat Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, memberikan yang terbaik bagi anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak serta menghargai pendapat anak.

Anak-anak kita tidak hidup untuk saat ini, tetapi kehidupan mereka ditentukan sejak saat ini. mereka akan hidup untuk masa depan, maka persiapkan mereka bekal untuk masa depan, jangan persiapkan mereka untuk masa kini.

Melihat kondisi kehidupan anak-anak jaman sekarang saya pribadi merasa prihatin. Dunia anak-anak saat ini sangat dipengaruhi oleh oleh layanan TV, tetapi tayangan di TV sangat sedikit yang ditujukan untuk anak-anak, dan dari yang sedikit itu masih lebih sedikit lagi acara yang mendidik anak-anak. jam tayang TV untuk acara anak-anak pun biasanya malah pada jam-jam belajar anak yaitu antara jam 18.00 s/d jam 20.00. ada juga TV yang menayangkan acara untuk mencari bintang penyanyi anak-anak, tetapi lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak tersebut adalah lagu-lagu remaja, tidak ada lagi cit cit cuitnya joshua, kampuang nan jauh dimato cikita meidy, jangan takut gelapnya tasya dll. yang ada adalah anak-anak lebih hafal lagu-lagu percintaannya D'Masiv, mahadewi dll. bukankah isi lagu-lagu itu jauh melebihi umurnya.

tetapi bagaimanapun keadaanya, selamat hari anak nasional, di pundak kalian masa depan bangsa , negara dan agama ini disandarkan. tetaplah bermimpi dan tetaplah tersenyum.
baca selengkapnya....

tabung gas 3 Kg, tidak bayar, cuma ditukar nyawa

Awal tahun 2007 pemerintah memberlakukan kebijakan konversi dari minyak tanah ke gas, kebijakan yang bagus karena dapat jmenghemat pengeluaran kas negara. tetapi selang beberapa tahun, tepatnya mulai awal tahun 2010 kualitas tabung gas mulai meresahkan warga. kualitas tabung gas 3 Kg mulai memakan korban, baik yang meninggal maupun luka-luka, hal ini menguatkan doktrin bahwa yang gratisan itu memang kualitasnya buruk, tabung gratisan tapi harus dibayar dengan nyawa

Pemerintah sayangnya terkesan lamban menangani hal ini, korban sudah berjatuhan dimana-mana tidak juga ada produsen tabung yang ditindak. hal ini membuat banyak warga yang nekat kembali ke minyak tanah karena merasa tidak nyaman dan tidak aman dengan kompor gas, apalagi yang gratisan berupa tabung 3 Kg.
seharusnya dari awal pemerintah juga sudah menyadari bahwa sudah bertahun-tahun rakyat indonesia menggunakan kompor minyak atau kayu bakar, kalau disuruh pindah ke kompor gas, mereka seharusnya diberikan penyuluhan tentang pemakaian kompor gas yang benar dan aman, dan yang namanya masih berlatih menggunakan kompor gas, harusnya alatnya yang berupa tabung, selang dan kompor diberikan yang extra aman, karena yang namanya latihan itu pasti rawan kecelakaan.
kalau hal ini tidak juga secara cepat diatasi, maka proyek konversi yang sebenarnya berhasil menurut tujuan awalnya, yaitu mengurangi pengeluaran pemerintah akan terancam gagal karena masyarakat kembali lagi menggunakan kompor minyak.
baca selengkapnya....