multimedia SMK

wisata malam kota tua jakarta

malam itu karena sedang libur panjang dan tidak acra kemana-mana, maka saya putuskan untk jalan-jalan dikota tua jakarta. disana terdapat bangunan bekas kantor gubernul jendral belanda, yang sekarang menjadi museum fatahillah, ada museum bank mandiri, kantor pos,museum budaya, museum wayang dan banyak lagi bangunan-banguna tua bersejarah. kota tua dijadikan kota wisata malam, dimana setiap malam alun-alun kota ini dipenuhi warga jakarta yang ingin sekedar nongkrong-nongkrong utuk sekedar minum kopi.

bagi anda yang lama tinggal di jogja, ketika masuk ke kota tua akan serasa berada di perempatan malioboro, itulah yang saya rasakan waktu saya berjalan-jalan di kota tua ini, disekeliling penuh bangunan tua bergaya eropa, cukup mengobati rasa kangen akan jogja.

malam itu saya berhenti di tengah alun-alun yang ada kolam airnya. saya duduk dipinggir kolam air sambil minum kopi, saya bertanya kepada ibu-ibu penjual kopi.
"malam ini rame ya bu?" sekedar pertanyaan basa-basi
"iya mas...tapi biasanya lebih rame, sekarang motor tidak boleh masuk, jadi makin sepi".
"sejak kapan bu motor gak boleh masuk?" tanya saya
"sejak ditetapkan sebqagai kota wisata malam mas" jawabnya
mendengar jawaban ibu tadi saya jadi berfikir, kota wisata malam kog nggak ada hiburannya sama sekali, hanya ada tukang kopi, tukang sulap, dan pengamen, dan yang paling banyak adalah pengemis anak-anak.
saya lanjutkan bertanya ke ibu-ibu tadi.
"disini kalau jualan memangnya boleh bu?"
"ya tidak mas, harus mbayar ke polPP dan ke hansip"
"lho...kog mbyaranya 2 kali"
"ia mas...yang rutin ke hansip, itu untuk ke RW, kalau ke ke pol PP itu ya kalau mereka datang"
"memangnya RW tidak melindungi yang sudah pada setor"
"ya tidak mas...mereka siam aja waktu ada pol PP"
saya tidak lagi melanjutkan pertanyaan saya karena sudah terdengar sirine mobil pol PP, dan ibu itu bersiap lari, saya pun membayar kopi dan pulang.sebuah potret kehidupan rakyat kecil yang harus main petak umpet dengan petugas.

jakarta punya potensi wisata yang menarik seperti ini tapi tidak diberdayakan dengan baik. kota tua hanya menjadi kota mati, padahal akan baik jika setiap malam minggu mungkin digelar kesenian-kesenian betawi seperti lenong atau gambang kromong. biar benar - benasr menjadi kota wisata malam.

1 komentar:

depalpiss mengatakan...

wet menarik! di mana2 sama ceritanya, Orang kecil selalu di palak sama "preman" berseragam!! ha ha ha parahhh! well salam kenal sobat, nice share

Salam ceria..

Posting Komentar