multimedia SMK

muktamar NU - 32


Kullukum roin wa kullukum mas'ulum 'an roiyatih, Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya,. Mudah mudahan ini diingat oleh para kandidat calon ketua umum ormas Islam NU yang sedang berebut di Makassar dalam rangka muktmar  NU ke -32.
Kholifah umar bin abdul aziz, ketika terpilih sebagai kholifah bukan berkata alhamdulullah, tetapi beliau berkata inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Karena beliau sadar akan tanggung jwab yang akan dipikulnya.
Mudah mudahan para kandidat ini yakni KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), Slamet Effendi Yusuf, dan KH Said Aqil Siradj,  akan mampu membawa NU yang lebih baik. Melihat profil para calon memang pantas kalau warga NU dan masyarakat muslim Indonesia punya harapan besar kepada mereka.
Said Aqil Siradj

Nama lengkapnya adalah Said Aqil Siradj. Dia lahir dari keluarga NU tulen di Cirebon, 03 Juli 1953. Pria dengan 4 anak ini merupakan doktor lulusan Universitas Ummu al-Qura, Makkah, jurusan Aqidah/Filsafat Islam yang tamat pada tahun 1994.

Dalam karirnya di PBNU, Said pernah menjabat Wakil Katib Am PBNU (1994-1998), Katib Am PBNU (1998-1999), Rais Syuriah PBNU (1999-2004) dan Ketua PBNU (2004-sekarang). Selain itu Said juga aktif di berbagai tim nasional untuk resolusi konflik dan lembaga-lembaga sosial kerukunan umat beragama.

Dalam bidang politik, dosen di berbagai universitas ini pernah menjadi anggota DPR/MPR dari utusan golongan pada tahun 1999-2004. Selain itu, aktivitas Said dalam politik tidak lagi menonjol kecuali menjadi salah satu penggagas lahirnya PKB bersama Gus Dur dan menjadi dewan pembina ormas Islam PDIP Baitul Muslimin bersama Din Syamsudin dan Syafi'i Ma'arif.

Salahudin Wahid


Siapa yang tidak kenal Gus Solah, panggilan akrab Solahudin Wahid. Pria kelahiran Jombang, 11 September 1942 ini adalah adik kandung Gus Dur dan cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Lulusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) ini lebih banyak menghabiskan umurnya dalam karir profesional dengan menjadi Wakil Ketua Komnas HAM (2002-2004), Associate Director Perusahaan Konsultan Property Nasional (1995-1996), Direktur Utama Perusahaan Konsultan Teknik (1978-1997), Direktur Utama Perusahaan Kontraktor (1969-1977) dan lainnya.

Selain berkarir di dunia profesional, Karirnya di PBNU juga cukup mentereng. Dia pernah menjabat salah satu ketua PBNU sebelum dia memutuskan mundur karena harus menghargai netralitas NU saat dipinang Capres Golkar Wiranto dalam pilpres 2004 lalu.

Keterkaitan Gus Solah dalam politik begitu tampak saat dia harus berjuang memperebutkan kursi RI 2 melawan Megawati-Hasyim dan SBY-JK. Selain keterlibatannya itu, Gus Solah cenderung berkarir di dunia profesional dan sosial. Dalam bidang sosial, Gus Solah menjadi pengasuh PP Tebuireng, Jombang setelah rapat keluarga menunjuk dirinya pasca meninggalnya KH Yusuf Hasyim atau sering disapa Pak Ud, selain menjadi pengurus ICMI.
Slamet Effendi Yusuf

Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Slamet Effendi Yusuf (SEY) ini lahir dari keluarga pesantren di Purwokerto, Jawa Tengah, 12 Januari 1948 lalu. Slamet yang ikut andil dalam gerakan mengembalikan NU ke Khittoh 1926 dalam muktamar di Situbondo ini bukanlah sosok baru di NU.

Mantan ketua umum PB PMII ini memang lebih banyak menghabiskan hidupnya di dunia politik. Dia merupakan sosok politisi yang berwawasan kebangsaan dan selalu berada dalam momen-momen politik penting di negeri ini. Di Parlemen, dia berperan penting dalam amandemen UUD 45 dan pernah menjadi ketua badan kehormatan DPR.

Dalam karir politiknya, Slamet dikenal sebagai politisi Golkar dengan karir tertingginya sebagai ketua DPP Golkar. Slamet juga pernah menjadi ketua badan pemenangan pemilu Golkar yang juga ikut merancang konvensi calon presiden dari Partai Golkar.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

aku kok suka ama ulil ya.. sekali-kali yang muda dong, dikasi kesempatan ;)

Fathur mengatakan...

klau ulil nanti NU jadi liberal, padahal NU adalah benteng Islam Tradisional. NU akan kehilangan ciri khasnya.

Maslie mengatakan...

Ketiga2 bagus, mudah2an NU kedepannya semakin kritis

dafhy mengatakan...

semoga NU ke depan akan lebih baik lagi

Posting Komentar