sikap ragu-ragu, muncul ketika neraca timbangan kita lebih berat kearah kegagalan dari pada kearah keberhasilan. banyak orang lebih suka membicarakan kegagalan yang akan muncul dari pada keberhasilan yang akan didapat (bahasa kerennya pesimistis).padahal kita tidak akan pernah bertindak jika selalu berfikir neraca timbangan kegagalan lebih berat dari pada timbangan keberhasilan.
Kita manusia dianugerahi Tuhan dengan kemampuan luar biasa untuk antisipasi, adaptif dan survival, jadi mengapa kita masih sering merasa ragu-ragu? Ada mekanisme luar biasa dalam diri kita, pikiran, hati, dan keyakinan pada Tuhan yang dapat kita kolaborasikan untuk menghadapi setiap masalah, hambatan dan resiko yang akan muncul.
keragu-raguan membuat kita tidak berajak dari tempat kita berdiri, padahal roda zaman terus berbutar, kalau hanya diam kita akan tergilas mereka yang mengikuti perputaran zaman.setiap keputusan pasti mengandung resiko, tetapi kabar gembira juga menghadirkan peluang dan keberhasilan. pikirkan resiko secara wajar, karena jika berlebihan akan membuat kita takut untuk melangkah.ide yang baik, rancangan yang hebat tidak akan menjadi apa-apa jika kita bergerak untuk mengimplementasikannya.
orang jawa punya pepatah "sopo sing was baka tiwas sopo sing temen bakal tinemu" kalau diartikan secara bebas kedalam bahasa indonesia kurang lebih "siapa yang ragu-ragu akan merugi siapa yang tekun akan berhasil"karena orang yang ragu - ragu tidak akan pernah bertindak,ketika ide dia dijalankan oleh orang lain dan berhasil dia hanya akan berkata "itu ide ku..."tanpa mendapatkan apa-apa.Jauh lebih banyak yang kita pelajari saat kita mulai melangkah, berjalan, maju, daripada kita sekedar diam ditempat…stagnan! so just do it!!.
4 komentar:
OPtimis selalu. . .itu kunci no satu. . .heuheuheu. . .eh tapi tentu juga harus tetep berusaha dan berdoa. . .optimistis tapi tak dibarengi dengan usaha apa jadinya???tak akan jadi apa2. . .dan terakhir adalah berpasrah diri kepada-Nya. . .Allah SWT. . .!!!
manusia hanya berusaha Tuhan Maha Menentukan. jadi kerjakan dulu dengan sungguh-sungguh baru Tawakal. "idza azamta fatawakaltu 'ala Alloh"
menurut Kang Albert Camus, Kekecewaan kita bersumberkan harapan. Bukannya melarang untuk berharap dan berhenti berbuat, tapi berani untuk berharap dan berharap karena tahu paling-paling yo ming kecewa. WIS.
Mari terus maju !!
Wah ini postingan yang sangat menarik sekali. Sangat berguna, terima kasih. Salam kenal :)
Posting Komentar