Bulan purnama membulat dengan indah di jurang porong, desai kecil di lereng tenggara merapi. Malam ini Purnama tampak sangat indah, membuat siapapun akan keluar rumah untuk menikmati keindahannya.
Sudah jamak ketika bulan purnama seperti malam ini, anak-anak akan bermain diluar rumah, dan biasanya mereka mencari rumah yang memiliki halaman luas.
Yo prokonco dolanan neng njobo
padang mbulan padange koyo rino
Rembulane seng ngawe-awe
Ngelingake ojo podo turu sore
Sudah terdengar lagu yang dinyanyikan teman-temannya ketika wisang baru saja sampai di halaman rumah Ki Jogoboyo. banyak anak-anak yang sudah berkumpul dirumah Ki Jogoboyo malam itu, bermacam-macam permainan dimainkan, ada yang bermain petak umpet, bentik, kejar-kejaran, yang biasanya dimainkan oleh anak laki-laki, anak-anak perempuan lebih banyak yang memilih untuk menari atau bernyanyi bersama, mereka menari gambyong, srimpi dan bernyanyi lagu-lagu dolanan seperti gambang suling, gundul-gundul pacul, mentok-mentok dan lain-lain.
orang-orang tua ditengah pendopo saling bercerita ditemani wedng jahe dan jagung godog, juga kacang godog.
dibawah pohon mangga, mbah sangelat, orang tua yang hobi bercerita, sedang di kerubungi beberapa anak, dia sedang asik bercerita, wisang yang memang senang mendengarkan cerita ikut bergabung dibawah pohon mangga itu.
"sini sang, tumben kamu terlambat keluar rumah" sapa mbah sangelat ketika melihat wisang menuju ke arahnya
"ia mbah, tadi membatu simbok mengisi jembangan dulu" jawab wisang.
"oo..ya sudah sini duduk sini, aku baru mau bercerita" kata mbah sangelat.
"nggeh mbah" kata wisang
"aku akan bercerita tentang salah satu penguasa merapi, yaitu Nyai gandung Melati"
pada suatu masa, ada seorang dara cantik bernama Klabang Retno, dia tinggal di desa sebelah utara desa sukuh, dia tinggal disana bersama Ibunya yang bernama gandung Melati. Klabang Retno sangah menyukai tanaman bunga, di sekeliling rumahnya ditanami beraneka macam tanaman bunga, mulai dri melati, mawar , kenanga, sedap malam dan banyak lagi yang lain.
pada suatu ketika, datang kemarau panjang, air mulai sulit didapat, sehingga tanaman Klabang Retno mulai layu, Klabang Retno jadi sedih, dan menangis setiap kali melihat tanamannya mati satu persatu.
Melihat kesedihan putrinya, Nyai gandung Melati menjadi iba, diapun mencari cara bagaimana supaya taman putrinya bisa mendapatkan air, akhirnya Nyai gandung Melati membuat sayembara, barang siapa yang dapat mengairi taman putrinya, akan diambil menatu.
Berita sayembara itu terdengar sampai jauh, banyak pemuda-pemuda perkasa yang ingin mengambil Klabang Retno yang terkenal cantik itu untuk menjadi istrinya, tetapi para pemuda itu semua gagal karena sumber air memang tidak ada disekitar daerah tersebut.
sayembara itu terdengar juga oleh Ki Ageng Sukuh, penguasa desa Sukuh. setelah mendengar banyak peserta sayembara yang gagal, rasa penasaran Ki Ageng Sukuh tergugah, akhirnya dia mengikuti sayembara tersebut. Ki Ageng sukuh mulai membuat saluran air dengan cara membuat terowongan air dari sukuh menuju utara, tempat tinggal nyai gandung Melati, tetapi setelah berhari-hari membuat saluran air, tiba-tiba didepan tampak jurang yang sangat dalam, mustahil untuk dilalui saluran airnya, akhirnya Ki Ageng Sukuh menghentikan pekerjaannya, kemudian dia bersemedi, mencara jalan keluar lain. dalam semedinya Ki Ageng Sukuh diberitahu bahwa ada sumber air di Watu Pawon. Akhirnya Ki Ageng Sukuh mencari letah watu pawon itu, ternyata letaknya dikelilingi oleh batu-batu besar yang untuk mengalirkan airnya, batu-batu itu harus ditatah untuk membuka aliran airnya, aliran air itu sekarang menjadi kali Sinatah. airpun mengalir hingga ke taman Klabang Retno.
Merasa berhasil memenangkan sayembara, Ki Ageng Sukuh menemui Nyai gandung Melati untuk menepati janjinya, yaitu menjodohkannya dengan Klabang Retno.
Nyai Gandung Melati merasa Klabang Retno tidak cocok dengan Ki Ageng Sukuh, anaknya yang cantik dan masih muda masak akan dijodohkan dengan orang yang sudah tua, yang layak menjadi kakeknya. Nyai gandung Melatipun tidak mau menjodohkan Ki Ageng Selo dengan Klabang Retno.
Karena Nyai Gandung Melati ingkar janji, maka Ki Ageng Sukuh menjadi marah, makan Nyai Gandung Melati dikenai aji gelap sayuto, dimana datang angin besar yang menyeret tubuh Nyai Gandung Melati hingga ke kawah Merapi, dan klabang retno di kutuk menjadi harimau putih, yang keluyuran dilereng-lereng merapi.
Nayi Gandung Melati terjatuh di kawah Merapai, kemudian mendirikan kerajaan jin di gunung Wutoh, dan menjadi penguasa disana, dan bertugas memelihara tanaman dan binatang-binatang di lereng merapi. sementara Macan putih jelmaan Klabang Retno, menjaga hutan hutan di lereng merapi agar tidak dijarah dan dirusak manusia.
Setiap merapi punya gawe (meletus) nyai gandung Melati akan menemui warga-warga lereng merapi melaui mimpi."
"sudah larut malah, sekarang kalian pulang, lagian ceritanya sudah habis" kata mbak sangelat
maka anak-anak pun bubar, dan pulang kerumah masing-masing.
1 komentar:
Numpang promo ya Admin^^
ajoqq^^cc
mau dapat penghasil4n dengan cara lebih mudah....
mari segera bergabung dengan kami... (k)
di ajopk.com ^_~
segera di add Whatshapp : +855969190856
Posting Komentar