multimedia SMK

mental budak

setelah Nabi Musa beserta pengikutnya dikejar-kejar fir'aun sampai ditepi laut merah, Nabi Musa mendapat ilham untuk Memukulkan tongkatnya dilaut merah itu untuk membuat jalan bagi mereka, maka menyeberanglah Nabi Musa dan Pengikutnya hingga ke tepi, ketika fir'aun dan pasukannya mengejar musa masuk ke jalan laut merah itu, maka saat itu tertutuplah laut itu dan menenggelamkan fir'aun dan pasukannya. setelah itu Musa dan Pengikutnya berjalan melintasi padang pasir sampai di pinggiran yerusalem.

seperti diketahui bangsa israel pada saat itu telah lama dijajah oleh bangsa mesir, maka mental mereka pun sudah menjadi mental budak. pada saat itu bangsa israel dihadapkan pada dua pilihan , yaitu kembali ke mesir menjadi budak atau masuk ke kota yang sudah dijanjikan yaitu yerusalem tetapi dengan bertempur.
karena mental mereka adalah mental budak, maka mereka tidak berani untuk berjuang merebut tanah yang telah dijanjikan, mereka menjadi penakut. maka ketika Musa Dan Harun mengajak mereka bertempur dari 12 suku hanya 2 suku yang berani bertempur, yang lainnya tidak mau untuk berjuang, mereka berkata kepada Musa, " berperanglah kamu Musa bersama Tuhanmu, setelah kamu diberi kemenangan baru menjemput kami disini. " mereka bicara seolah - olah Tuhan Musa Bukan tuhan mereka. maka Musa Menyerahkan mereka dan masalah ini kepada Tuhan, dan Dihukumlah Bani Israel itu di tengah padang pasir diluar yerusalem itu selama 40 tahun. baru setelah 40 tahun itu yang artinya sudah berganti generasi, dan MUsa sudah Meninggal dunia, Bangsa Israel bisa memasuki yerusalem.
itulah juga yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini, mental budak bangsa ini masih terasa lekat, sangat sulit membuat bangsa ini berdikari seperti yang dicita-citakan Soekarno dengan marhaenismenya. Kekayaan bangsa ini lebih suka kita berikan kepada pihak asing dan kita lebih suka menjadi budak mereka. emas papua, minyak di blok cepu, gas alam cair lebih suka kita berikan kepada pihak asing dan kita sudah cukup puas dengan menjadi kuli dan menerima royalti.
mungkin kta perlu menunggu sampai 1 atau 2 generasi lagi untuk membuat bangsa ini benar-benar bisa berdikari

0 komentar:

Posting Komentar