multimedia SMK

tabung gas 3 Kg, tidak bayar, cuma ditukar nyawa

Awal tahun 2007 pemerintah memberlakukan kebijakan konversi dari minyak tanah ke gas, kebijakan yang bagus karena dapat jmenghemat pengeluaran kas negara. tetapi selang beberapa tahun, tepatnya mulai awal tahun 2010 kualitas tabung gas mulai meresahkan warga. kualitas tabung gas 3 Kg mulai memakan korban, baik yang meninggal maupun luka-luka, hal ini menguatkan doktrin bahwa yang gratisan itu memang kualitasnya buruk, tabung gratisan tapi harus dibayar dengan nyawa

Pemerintah sayangnya terkesan lamban menangani hal ini, korban sudah berjatuhan dimana-mana tidak juga ada produsen tabung yang ditindak. hal ini membuat banyak warga yang nekat kembali ke minyak tanah karena merasa tidak nyaman dan tidak aman dengan kompor gas, apalagi yang gratisan berupa tabung 3 Kg.
seharusnya dari awal pemerintah juga sudah menyadari bahwa sudah bertahun-tahun rakyat indonesia menggunakan kompor minyak atau kayu bakar, kalau disuruh pindah ke kompor gas, mereka seharusnya diberikan penyuluhan tentang pemakaian kompor gas yang benar dan aman, dan yang namanya masih berlatih menggunakan kompor gas, harusnya alatnya yang berupa tabung, selang dan kompor diberikan yang extra aman, karena yang namanya latihan itu pasti rawan kecelakaan.
kalau hal ini tidak juga secara cepat diatasi, maka proyek konversi yang sebenarnya berhasil menurut tujuan awalnya, yaitu mengurangi pengeluaran pemerintah akan terancam gagal karena masyarakat kembali lagi menggunakan kompor minyak.

1 komentar:

Sukadi mengatakan...

paling nanti semua pakai kayu bakar lagi, mau cari minyak sekarang susah dan kalau ada harganya sangat mahal. :D

Posting Komentar